Spirit Ajaran Asy’ariyah dan Maturidiyah

Munculnya Asy’ariyah dan Maturidiyah merupakan upaya pendamaian antara kelompok Jabariyah yang fatalistik dan Qadariyah (yang dilanjutkan oleh Mu’tazilah) yang mengagung-agungkan manusia sebagai penentu seluruh kehidupannya. Sikap moderatisme keduanya merupakan ciri utama dari kaum Ahlussunnah wal Jama’ah dalam beraqidah. Sikap Tawasuth ini diperlukan dalam rangka untuk merealisasikan amar ma’ruf nahi munkar yang selalu mengedepankan kebajikan secara bijak. Yang prinsip bagi Aswaja adalah berhasilnya nilai-nilai syari’at Islam dijalankan oleh masyarakat, sedang cara yang dilakukan harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat.
Aswaja menolak ajaran-ajaran aqidah yang dimiliki oleh garis keras. Seperti Mu’tazilah yang memaksakan ajarannya kepada orang lain dengan cara keras. Apabila orang lain tidak sepaham, dituduh musyrik dan harus dihukum. Contoh, kasus mihnah. Pada kasus itu, pemaksaan orang-orang Mu’tazilah kepada kaum muslimin untuk mengakui bahwa Al-Qur’an itu baru atau hadits. Karena itu, apabila terdapat kelompok garis keras, seperti FPI, yang suka menyelesaikan persoalan kemungkaran publik dengan kekerasan dan pemaksaan bahkan dengan pengrusakan, itu bukanlah tabiat kaum Aswaja an-Nahdliyah.
Ajaran Aswaja juga menolak kelompok-kelompok yang menutup diri dari golongan mayoritas kaum muslimin (jama’atul muslimin), seperti yang ditunjukkan oleh kelompok Syi’ah dan Khawarij. Sekarang terdapat kelompok tertentu, seperti LDII, dan sebagainya yang selalu menutup diri dari mayoritas umat Islam, itu bukanlah tabiat kaum Aswaja an-Nahdliyah. Sebab kaum Aswaja adalah kaum yang selalu diikuti oleh mayoritas dan dapat menerima masukan-masukan dari dalam dan luar untuk mencapai kebaikan yang utama. Prinsipnya adalah al-muhafadzatu ‘alal qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (melestarikan hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).

Revisions

There are no revisions for this post.

Comments

comments

No comments yet.

Leave a Reply