Search the Wiki

Viewing 11 to 20 of 34 items

Konsep Aqidah Maturidiyah

Pada prinsipnya, aqidah Maturidiyah memiliki keselarasan dengan aqidah Asy’ariyah. Itu ditunjukkan oleh cara memahami agama yang tidak secara ekstrem sebagaimana dalam kelompok Mu’tazilah. Yang sedikit membedakan keduanya, bahwa Asy’ariyah fiqihnya menggunakan madzhab Imam Syafi’i dan Imam Maliki, Selengkapnya >>

0

Konsep Aqidah Asy’ariyah

Aqidah Asy’ariyah merupakan jalan tengah (Tawasuth) di antara kelompok-kelompok keagamaan yang berkembang pada masa itu. Yaitu kelompok Jabariyah dan Qadariyah yang dikembangkan oleh Mu’tazilah. Dalam membicarakan perbuatan manusia, keduanya saling berseberangan. Kelompok Jabariyah berpendapat bahwa Selengkapnya >>

0

Aqidah Aswaja An-Nahdliyah

Pada zaman Rasulullah SAW. masih ada, perbedaan pendapat di antara kaum muslimin (sahabat) langsung dapat diselesaikan dengan kata akhir dari Kanjeng Nabi Muhammad. Tapi sesudah beliau wafat, penyelesaian semacam itu tidak ditemukan. Perbedaan sering mengendap lalu muncul lagi sebagai pertentangan dan Selengkapnya >>

0

Pengembangan Asas Ijtihad Madzhabi

Pada tataran aplikasi hokum (tathabiq al-syar’iyah) terkait proses penyusunan RUU/Raperda mungkin pilihan jatuh pada kreasi mengembangkan asas-asas ijtihad yang dikenal pada jajaran ulama sunni. Misalnya : ‘Umumu al-Balwa, Qaul Shahabi, Qaul Tabi’in, Mura’atu al-Khilaf, Kondisi Dharurat, asas Selengkapnya >>

0

Madzhab Qauli

Pendapat atau pandangan keagamaan ulama yang teridentitas sebagai “ulama sunni” dikutip secara utuh qaulnya dari kitab mu’tabar dalam madzhab. Seperti mengutip dari kitab “Al-Iqtishad fi al-I’tiqad” karangan Abu Hamid al-Ghazaliy yang menjabarkan paham aqidah Asy’ariyah atau kitab “al-‘Umm” Selengkapnya >>

0

Manhaj Manhaji

Ketika upaya merespon masalah kasuistik dipandang perlu menyertakan dalil nash syar’i berupa kutipan ayat Al-Qur’an, nuqilan matan Sunnah atau hadits, untuk mewujudkan citra muhafadzah maka langkah kerjanya sebagai berikut : Pertama, kutipan ayat dari mushaf dengan rasam ‘Utsmaniy lengkap dengan Selengkapnya >>

0

Sumber Ajaran Aswaja An-Nahdliyah

Prosedur perumusan hokum dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dlam tradisi jam’iyyah Nahdlatul Ulama amat bergantung pada pola pemecahan masalahnya antara : pola maudhu’iyah (tematik) atau terapan (qonuniyah) dan waqi’iyah (kasuistik). Pola maudhu’iyah pendiskripsian masalahnya berbentuk tashawur Selengkapnya >>

0

Mukadimah

Nahdlatul Ulama ( N U ) adalah jam’iyyah yang didirikan oleh para Kiai Pengasuh Pesantren.  Tujuan didirikannya NU ini diantaranya adalah :  a) memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang menganut pola madzhab empat : Imam Hanafi, Imam Maliki, Selengkapnya >>

0

Persoalan Talfiq

Dalam bertaqlid, umat Islam diberi kebebasan untuk memilih madzhab mana saja yang sesuai dengan hati nuraninya. Tapi kebebasan tersebut bukan tanpa kendali. Ada satu syarat, bahwa kebebasan ini jangan sampai terperangkap dalam talfiq. Karena mayoritas ulama tidak membenarkan adanya talfiq ini. Secara Selengkapnya >>

0

Seputar Taqlid

Secara kodrati, manusia di dunia ini terbagi menjadi dua kelompok besar. Ada yang ’alim (pintar dan cerdas serta ahli dalam bidang tertentu) dan ada ’awam (yang kurang mengerti dan memahami tentang suatu permasalahan). Sudah tentu yang tidak paham butuh bantuan yang pintar. Di dalam literatur fiqh, Selengkapnya >>

0