Search the Wiki

Viewing 1 to 10 of 34 items

Khatimah

Yang dipaparkan dalam buku ini adalah sebuah penjabaran secara singkat dari sikap keberagamaan dan kemasyarakatan Aswaja, yaitu tawassuth dan I’tidal (tengah-tengah), tasamuh (toleran), tawazzun (keseimbangan), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran). Tawassuth Selengkapnya >>

0

Kebangsaan

Sejak sebelum lahirnya, Indonesia merupakan negara plural yang didiami penduduk dengan beraneka ragam suku, adat istiadat, bahasa daerah, dan menganut berbagai agama, yang tinggal di lebih 17 ribu pulau, memanjang dari barat hingga timur hampir seperdelapan lingkar bumi. Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Selengkapnya >>

0

Maslahatul Ummah

1. Penguatan Ekonomi Dalam kilasan sejarahnya, Nahdlatul Ulama awalnya terbentuk dari para pedagang muslim yang berkeinginan untuk menjadi masyarakat yang mandiri. Maka sebelum NU berdiri, telah berdiri terlebih dahulu Nahdlah al-Tujjar. Nahdlah al-Tujjar ini tidak lain adalah cikal bakal NU. Keinginan Selengkapnya >>

0

Mabadi’ Khairu Ummah

Muktamar (dulu disebut Kongres) Nahdlatul Ulama ke-13, tahun 1935, antara lain memutuskan sebuah kesimpulan, bahwa kendala utama yang menghambat kemampuan umat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan menegakkan agama adalah karena kemiskinan dan kelemahan di bidang ekonomi. Maka muktamar mengamanatkan Selengkapnya >>

0

Sikap Terhadap Tradisi

Pertanyaan penting yang perlu dijawab di bagian ini adalah “bagaimana menggunakan kaidah-kaidah fiqih dalam menyikapi tradisi?”. Banyak orang yang memepertentangkan antara budaya dengan agama. Hal ini karena agama berasal dari Tuhan yang bersifat sacral (ukhrawi), sedang budaya adalah kreasi manusia Selengkapnya >>

0

Landasan Dasar Tradisi

Salah satu ciri yang paling dasar dari aswaja adalah moderat (tawasuth). Sikap ini tidak saja mampu menjaga para pengikut Aswaja dari keterperosokan kepada perilaku keagamaan yang ekstrem, tapi juga mampu melihat dan menilai fenomena kehidupan secara proporsional. Kehidupan tidak bisa dipisahkan dengan Selengkapnya >>

0

Tasawuf Aswaja An-Nahdliyah

Aswaja memiliki prinsip, bahwa hakikat tujuan hidup adalah tercapainya keseimbangan kepentingan dunia-akherat dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah, dicapai melalui perjalanan spiritual, yang bertujuan untuk memperoleh hakikat dan kesempurnaan hidup Selengkapnya >>

0

Kenapa Harus Empat Madzhab

Di antara madzhab bidang fiqih yang paling berpengaruh yang pernah sebanyak empat. Mereka menjadi panutan warga Nahdliyin, masing-masing adalah : Pertama : Imam Abu hanifah Nu’man bin Tsabit. Biasa disebut Imam Hanafi. Lahir 80 H, dan wafat tahun 150 H, di Baghdad. Abu Hanifah berdarah Persia, digelari Selengkapnya >>

0

Syari’ah Aswaja An-Nahdliyah

Al-Qur’an dan Al-Hadits diturunkan secara berangsur-angsur. Tidak sekaligus. Disampaikan kepada manusia menurut kebutuhan, kepentingan, dan situasi serta kondisi yang berbeda-beda. Ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits disampaikan di Makkah, Madinah dan sekitarnya lebih lima Selengkapnya >>

0

Spirit Ajaran Asy’ariyah dan Maturidiyah

Munculnya Asy’ariyah dan Maturidiyah merupakan upaya pendamaian antara kelompok Jabariyah yang fatalistik dan Qadariyah (yang dilanjutkan oleh Mu’tazilah) yang mengagung-agungkan manusia sebagai penentu seluruh kehidupannya. Sikap moderatisme keduanya merupakan ciri utama dari kaum Ahlussunnah wal Selengkapnya >>

0